Shalat tarawih di mesjid. Hiruk pikuk di dalam dan di luar, seperti pasar malam. Waktu sholat, masih saja hiruk pikuk ckckckk….tapi Alhamdulillah mejidnya penuh #hari2pertamaramadhan.
Ceramah malam pertama bulan ramadhan disampaikan oleh tetua di kampong ini, orang yang disegani dan berpengaruh di kampong. Terlihat sangat friendly di atas mimbar, menyampaikan ceramah dengan tutur kata yang bersahabat, membawa para jemaah untuk sama-sama meresapi ayat-ayat al-quran yang disampaikan beliau.
Di salah satu sudut mesjid terlihat perempuan tua memperhatikan sang penceramah. Sesekali dia mengangguk-angguk pertanda mengerti, tapi ada tatapan lain bersinar dari mata perempuan tua. Tatapan itu, tatapan cinta dan bangga. Sang penceramah adalah pendamping hidupnya. Susah senang, pahit manis, asam asin lautan telah ditempuh bersama selama 50 tahun.
Malam pertama ramadhan ini, sungguh memiliki arti yang besar baginya. Menyaksikan seorang laki-laki yang tiada berharta hanya hati yang tegar hingga ia bisa melalui hidupnya. Segenap kekuatan melindunginya dan anak-anaknya. Tutur lembut dan bijaksana melewati titah dan silat lidah orang lain. Genggaman erat yang menuntunnya hingga ke mekkah. Persembahan hati yang menyeluruh membuat ia dan sang penceramah menyicipi indahnya masa tua.
Kisah perempaun tua dan sang penceramah tak muluk-muluk untuk dipersembahkan sebuah perayaan 50 tahun pernikahan mereka. Jika ada yang tahu kisah mereka, pasti akan mengerling cemburu pada pasangan tua ini ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar